Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin
Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

ALAMAT

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

KONSULTASI

Untuk berkonsultasi dengan Ust. Ajib, silakan konfirmasi ke Customer Service terlebih dahulu

JAM KERJA

Senin - Sabtu

Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas.

Inilah 3 Amalan Agar Menjadi Ahli Surga

Kumpulan Artikel Pengasihan » Inilah 3 Amalan Agar Menjadi Ahli Surga

Surga merupakan tempat kediaman yang berada di alam akhirat, yang mana tempat tersebut diliputi oleh berbagai kenikmatan dan kebahagiaan yang belum pernah seseorang hamba Allah melihat, mendengar, dan menikmatinya saat hidup didunianya. Dan ketahuilah bahwa surga dipersiapkan bagi hamba-Nya yang bertakwa semasa didunianya, begitu juga bagi hamba-Nya yang beriman dan senantiasa beramal saleh. Merupakan balasan baginya buat selama-lamanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT.

Dalam Al Qur'an, surat asy Syu'araa, ayat 90.

Artinya:  "Dan (pada hari itu) surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa".

 

Dan firman-Nya dalam surat Al Baqarah, ayat 82.

 Artinya: "Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka itu penghuni surga, didalamnya mereka kekal".

Siapa yang tak ingin masuk surga, semua orang pasti menginginkan surga. Pada dasarnya Allah sangat memudahkan dan selalu membuka kan pintu surga selebar-lebarnya, namun mengapa kita sebagai hamba tidak pernah menggunakan kesempatan tersebut dengan sebaik-baik nya? Padahal semua orang memiliki kesempatan untuk mendapatkan kunci surga.

Hidup dengan segala kemewahan dunia bukan lah kunci masuk surga, memiliki wajah yang rupawan pun bukan lah kunci masuk surga. Dalam suatu ketika zaman Rasulullah SAW, beliau memberikan taushiyyah nya, tiba-tiba Beliau SAW berucap,

"Sebentar lagi akan datang seorang pemuda ahli surga."

Para Shahabat pun saling bertatapan, di sana ada Abu Bakar Ash Shiddiqradhiallaahu 'anhu, Utsman bin Affanradhiallaahu 'anhu, Umar bin Khattabradhiallaahu 'anhu, dan beberapa Shahabat lainnya. Tak lama kemudian, datanglah seorang pemuda yang sederhana. Pakaiannya sederhana, penampilannya sederhana, wajahnya masih basah dengan air wudhu. Di tangan kirinya menenteng sandalnya yang sederhana pula.

Di kesempatan lain, ketika Rasulullah SAW berkumpul dengan para Shahabatnya, Beliau SAW pun berucap, "Sebentar lagi kalian akan melihat seorang pemuda ahli surga."

Dan pemuda sederhana itu datang lagi, dengan keadaan yang masih tetap sama, sederhana. Para Shahabat yang berkumpul pun terheran-heran, siapa dengan pemuda sederhana itu?  Bahkan hingga ketiga kalinya Rasulullah SAW mengatakan hal yang serupa. Bahwa pemuda sederhana itu adalah seorang ahli surga. Seorang Shahabat, Mu'adz bin Jabbalradhiallaahu 'anhupun merasa penasaran.

Amalan apa yang dimilikinya sampai-sampai Rasul menyebutnya pemuda ahli surga?

Maka Mu'adz radhiallaahu'anhu berusaha mencari tahu. Ia berdalih sedang berselisih dengan ayahnya dan meminta izin untuk menginap beberapa malam di kediaman si pemuda tersebut. Si pemuda pun mengizinkan. Dan mulai saat itu Mu'adz mengamati setiap amalan pemuda tersebut.

Malam pertama, ketika Mu'adz bangun untuk tahajud, pemuda tersebut masih terlelap hingga datang waktu shubuh.

Ba'da shubuh, mereka bertilawah. Diamatinya bacaan pemuda tersebut yang masih terbata-bata, dan tidak begitu fasih.

Ketika masuk waktu dhuha, Mu'adz bergegas menunaikan shalat dhuha, sementara pemuda itu tidak.

Keesokkannya, Mu'adz kembali mengamati amalan pemuda tersebut.

Malam tanpa tahajjud, bacaan tilawah terbata-bata dan tidak begitu fasih, serta di pagi harinya tidak shalat dhuha.

Begitu pun di hari ketiga, amalan pemuda itu masih tetap sama.

Bahkan di hari itu Mu'adz shaum sunnah, sedangkan pemuda itu tidak shaum sunnah.

 Mu'adz pun semakin heran dengan ucapan Rasulullah SAW.

Tidak ada yang istimewa dari amalan pemuda itu,

tetapi Beliau SAW menyebutnya sebagai pemuda ahli surga.

Hingga Mu'adz pun langsung mengungkapkan keheranannya pada pemuda itu.

 "Wahai Saudaraku, sesungguhnya Rasulullah SAW menyebut-nyebut engkau sebagai pemuda ahli surga.

Tetapi setelah aku amati, tidak ada amalan istimewa yang engkau amalkan.

Engkau tidak tahajjud, bacaanmu pun tidak begitu fasih, pagi hari pun kau lalui tanpa shalat dhuha, bahkan shaum sunnah pun tidak.

Lalu amal apa yang engkau miliki sehingga Rasul SAW menyebutmu sebagai ahli surga?"

 "Saudaraku, aku memang belum mampu tahajjud.

Bacaanku pun tidak fasih. Aku juga belum mampu shalat dhuha.

Dan aku pun belum mampu untuk shaum sunnah.

Tetapi ketahuilah, sudah beberapa minggu ini aku berusaha untuk menjaga tiga amalan yang baru mampu aku amalkan."

 "Amalan apakah itu?"

 "Pertama, aku berusaha untuk tidak menyakiti orang lain.

Sekecil apapun, aku berusaha untuk tidak menyinggung perasaan orang lain.

Baik itu kepada ibu bapakku, istri dan anak-anakku, kerabatku, tetanggaku, dan semua orang yang hidup di sekelilingku.

Aku tak ingin mereka tersakiti atau bahkan tersinggung oleh ucapan dan perbuatanku."

 "Subhanallah...kemudian apa?"

 "Yang kedua, aku berusaha untuk tidak marah dan memaafkan.

Karena yang aku tahu bahwa Rasullullah tidak suka marah dan mudah memaafkan."

 "Subhanallah...lalu kemudian?"

 "Dan yang terakhir, aku berusaha untuk menjaga tali shilaturrahim.

Menjalin hubungan baik dengan siapapun.

Dan menyambungkan kembali tali shilaturrahim yang terputus."

 "Demi Allah...engkau benar-benar ahli surga.

Ketiga amalan yang engkau sebut itulah amalan yang paling sulit aku amalkan."

 Wallahu a'lam bi shawwab.

CUSTOMER SEVICE

CS. I (MH. Shodiq)

089 680 708 282
089 680 708 282
089 680 708 282
D4A6D2FA
081 328 131 411
081 328 131 411
membukabatin@gmail.com

CS. II (Mutia)

089 668 981 114
089 668 981 114
089 668 981 114
D42902C8
085 784 305 056
085 784 305 056
membukabatin@gmail.com